Air Terjun Menggaya

Air Terjun Menggaya

       Akan terasa melelahkan dan membosankan apabila menuju kota Takengon, ibu kota kabupaten Aceh Tengah dengan jaur darat. Karena waktu tempuh yang begitu lama sekitar 6 jam. Banyak dari mereka yang membiasakan menggunakan pesawat sebagai sarana angkutannnya, dan tentunya perjalanan ini sangat menguras energi. Dan dengan jalur darat ini jika dipikir-pikir bias membuat mabuk darat dan perut mual. Untuk jaga-jaga paling tidak Anda siapkan kantong muntah.

      Sebaliknya, kalau kita bayangkan perjalanan ini sebagai sebuah petualangan akan terasa begitu asyik dan menyenangkan. Saat roda kenderaan mulai meninggalkan jembatan Teupin Mane Kabupaten Bireuen, ratusan tikungan dan tanjakan telah menantikan kita. Laju kecepatan kenderaan berkurang sambil menghindari badan jalan yang rusak. Sepanjang mata memandang akan bertumpu pada hijaunya dedaunan diantara tegakan pohon yang rimbun. Udara dinginpun mulai terasa yang berhembus dari celah-celah jendela mobil. Perjalanan menuju Kota Takengon menjadi begitu singkat dan cepat manakala keindahan alam dapat dinikmati.

      Diantara rimbunnya pepohonan sepanjang perjalanan, terlihat hamparan sawah, kebun kopi, hutan pinus, dan permukiman penduduk. Tepatnya di Kampong Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah, terlihat outlet sederhana yang menyediakan buah durian siap saji. Harumnya begitu menyengat dihantar oleh udara yang makin sejuk. Memancing selera untuk mencoba mencicipi durian Timang Gajah yang manis rasanya. Suasana ini menjadi bagian dari hiburan utama disamping alunan musik yang mengiringi perjalanan kita.

      Kurang dari satu jam perjalanan sejak meninggalkan outlet durian Timang Gajah, akhirnya kita tiba di cadas Bukit Menjangan dalam wilayah Kabupaten Aceh Tengah. Setelah melewati celah Bukit Menjangan, didepan kita terhampar permukaan air tawar dengan riak putih yang saling kejar-kejaran. Hamparan itu bagaikan “permadani” biru dalam sebuah cekungan yang dikelilingi sejumlah gunung dan bukit hijau kebiru-biruan. Dibahu gunung dan bukit itu tumbuh berbagai vegetasi. Langit di atasnya juga berwarna biru bersih, dan awan tipis menyelimuti puncak gunung yang memagari cekungan itu. Sangat indah. Seperti berada disebuah taman firdaus.

      Gunung tertinggi yang terbalut awan tipis tadi dipenuhi hutan hujan tropis. Gunung itu bernama Burni Kelieten (2.638 m dpl). Gunung ini laksana pengawal Danau Laut Tawar yang selalu setia menjaga keberlanjutan sumber air danau. Dari “tubuh” raksasanya, memancarlah ribuan liter kubik air yang mengalir melalui Wihni Mengaya menuju Danau Laut Tawar. Sebelum air dari Burni Kelieten mengalir ke Danau Laut Tawar, tepat dibahu gunung itu, air mengalir melalui tebing terjal membentuk air terjun bertingkat tiga. Air terjun itu menjadi obyek wisata baru di Kabupaten Aceh Tengah yang setiap akhir pekan selalu ramai dikunjungi wisatawan.

      Air terjun Mangaya terletak sekitar 15 Km dari Kota Takengon, dapat ditempuh menggunaan kenderaan roda empat. Jalan menuju kesana berupa aspal hotmix, hanya sekitar 1 Km menuju ke lokasi air terjun yang sedikit menyempit. Belum lengkap menikmati indahnya Danau Laut Tawar sebelum mandi di air terjun Mengaya. Airnya dingin serasa air dari kulkas. Selamat datang di Paradise Land, bumi tempat Malem Dewa terpana melihat ayunya wajah Peteri Bensu.

Komentar