Museum Wasaka

Museum Wasaka

      Museum Wasaka adalah salah satu bukti sejarah perjuangan rakyat Kalimantan Selatan. Museum Wasaka ini terletak di Jalan Sultan Adam Kompleks H Andir, Kampung Kenanga Ulu RT 14 Kelurahan Sungai Jingah, Banjarmasin Utara. Nama Wasaka itu sendiri diambil dari singkatan Waja Sampai Ka Puting yang merupakan motto perjuangan rakyat Kalimantan Selatan. Museum Wasaka berwujud rumah adat Banjar Bubungan Tinggi yang pada awalnya adalah sebuah tempat tinggal, lalu diganti menjadi museum sebagai upaya konservasi bangunan tradisional. Museum ini terletak di pinggiran sungai, berdampingan dengan Jembatan Banua Anyar.

      Museum ini diresmikan pada tanggal 10 November 1991, di museum ini terdapat kurang lebih 400 benda bersejarah periode Perang Kemerdekaan. Museum ini dipergunakan khusus untuk menyimpan koleksi benda-benda selama masa perjuangan rakyat Kalimantan Selatan melawan penjajah di masa itu Menurut salah seorang penjaga museum, sebetulnya banyak koleksi lain yang merupakan peninggalan Perang Banjar, Perintis Kemerdekaan, Perang Kemerdekaan, Pengisian Kemerdekaan, hingga periode Orde Baru. Namun, karena keterbatasan tempat, terpaksa yang ditampilkan hanya koleksi benda-benda di periode Perang Kemerdekaan. Beberapa benda yang bisa dilihat di museum ini antara lain berbagai jenis senjata yang digunakan pejuang Banjar di masa revolusi fisik tahun 1945-1949, seperti tombak, mandau, senapan, dan mortir. Untuk benda-benda penginggalan sejarah lainnya, dapat dilihat sebuah meja beserta empat buah kursi yang konon dulu digunakan sebagai tempat pejuang Kalsel untuk bermusyawarah. Di sekitar kursi itulah, tepatnya di dinding di sekeliling kursi, terdapat deretan foto mulai gubernur yang paling pertama hingga yang menjabat sekarang.

      Museum ini dibangun menurut arsitektur khas Banjar, disini juga terdapat daftar kumpulan beberapa organisasi yang pernah berjuang menentang pemerintahan penjajah seperti Lasykar Hasbullah yang bermarkas di Martapura, Barisan Pemuda Republik Indonesia Kalimantan yang bermarkas di Banjarmasin, dan sebagainya. Di museum ini juga ada peta Kalimantan Selatan yang dilengkapi dengan beberapa foto masyarakat adat di daerah masing-masing, struktur organisasi perjuangan gerilya Kalsel menuju Pemerintahan Gubernur Tentara ALRI, serta benda-benda bersejarah lain seperti mesin tik kuno, kamera, cermin, dan sebagainya. Tak ketinggalan sebuah sepeda kuno yang katanya sewaktu zaman penjajahan dulu, digunakan untuk mengirimkan surat dengan memasukkan lembaran surat tersebut ke dalam badan sepeda agar tidak ketahuan kolonial Belanda. Berkunjung ke Museum Wasaka selain memperoleh pengetahuan seputar sejarah perjuangan lokal, pengunjung juga bisa bersantai. Meskipun tempatnya terbilang mungil, tapi pemandangan di sekitarnya cukup indah. Ditambah lagi dengan deburan angin yang bisa membuat orang betah berada di sana. Meskipun tempatnya terbilang mungil, tapi pemandangan di sekitarnya cukup indah. Ditambah lagi dengan deburan angin yang bisa membuat orang betah berada di sana.

Komentar