Taman Nasional Tangkoko

Taman Nasional Tangkoko

      Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus, Taman Nasional ini berlokasi di Kecamatan Bitung Utara, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Taman Nasional ini memiliki luas sekitar kurang lebih 8.745 hektare. Taman Nasional ini merupakan tempat perlindungan monyet hitam Sulawesi dan Tarsius. Taman Nasional yang letaknya berbatasan langsung dengan Cagar Alam Gunung Duasudara ini di dalamnya terdapat Taman Wisata Batuputih dan Taman Wisata Alam Batuangus. Taman Nasional Tangkoko berjarak sekitar 60 kilometer dari Manado dan 20 kilometer dari Kota Bitung. Di perlukan waktu sekitar 1 jam perlajanan dari Manado ke Bitung. Kemudian lanjutkan perjalanan dengan waktu 45 menit perjalanan ke Batuputih sebagai destinasi menarik di Tangkoko. Dengan jalan yang sudah di aspal, anda akan lebih menikmati perjalanan anda ke Taman Nasional Tangkoko.

      Kawasan ini memiliki topografi landai hingga berbukit yang terdiri dari hutan pantai, hutan dataran rendah, hutan pegunungan, dan hutan lumut. Kawasan dengan zona iklim B ini memiliki curah hujan sebesar 2.500 hingga 3.000 mm per tahun, dengan suhu rata-rata antara 20 derajad celcius hingga 25 derajad celcius. Terdapat banyak sekali Flora di dalam Taman Nasional Tangkoko diantaranya adalah coro Ficus septica Burm.f.), ares (Duabanga moluccana), gora hutan (Phaleria capitata Jack.), mangga hutan (Buchanania arborescens Bl.), lengki (Leea angulata Korth.), bintangar (Kleinchofia hospita L.), dan bombongan (Bignoniaceae), dan nantu (Palaquim obtusifolium).

      Ada juga fauna seperti mamalia, burung, dan reptilia. Mamalia disini diantaranya Monyet hitam sulawesi (Macaca tongkeana), tarsius (Tarsius spectrum), kuskus (Ailurops ursinus), kuskus kerdil (Strigocuscus celebensis), anoa, tupai (Tupaia sp), musang sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii). Untuk burung tercatat 140 jenis burung di Taman Nasional Tangkoko, seperti burung tahun (Rhythitceras cassidix) dan maleo (Macrocephalon maleo) yang endemik Sulawesi, pergam hijau (Ducula aenea), srigunting jambul-rambut (Dicrurus hottentottus), jalak tunggir-merah (Scissirostrum dubium), raja-udang pipi-ungu (Cittura cyanotis), udang merah sulawesi (Ceyx fallax), celepuk sulawesi (Otus manadensis), rangkok sulawesi (Penelopides exarhatus). Dan untuk reptilia dan ular yang sering dijumpai adalah ular sanca kembang (Python reticulatus), kobra (Naja naja), ular anang (Ophiophagus hannah), Tropidolaemus wagleri, soa-soa (Hydrosaurus amboinensis), biawak indicus (Varanus indicus), dan cicak terbang sayap merah (Draco sp.). Daya tarik tersendiri yang ada di Taman Nasional ini adalah disini anda dapat menemukan monyet terkecil di dunia yaitu tangkasi atau tarsius yang merupakan hewan endemik Sulawesi. Primata kecil mungil yang hanya memiliki panjang sekitar 10 hingga 15cm ini memiliki berat sekitar 80 gram saja. Tangkasi sendiri dapat melompat sejauh 3 meter atau setara dengan 10 kaki dari pohon satu ke pohon yang lain lalu akan dengan cepat menghilang dari pandangan anda. Untuk anda yang ingin tinggal selama beberapa hari, di Kota Bitung terdapat beberapa hotel dan penginapan yang dapat gunakan. Terdapat juga penginapan yang dekat dengan Taman Nasional yaitu di Kelurahan Tanduk Rusa.

Komentar