Banda Neira

Banda Neira

      Banda Neira, pulau sebagai pusat administratif yang dapat juga kita sebut dengan sebutan Banda Naira ini berlokasi di Kepulauan Banda, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku Indonesia. 6 Desa yang terdapat pada pulau ini seperti Kampung Baru, Dwiwarna, Nusantara, Merdeka, Rajawali, dan juga Tanah Rata. Tidak hanya itu pada Pulau Neira ini memiliki kantor pemerintahan, dermaga, toko, dan juga memiliki bandara. Di pulau ini banyak berdiri kota-kota kecil karena topografi dari daerah ini sendiri yang cenderung datar, sehingga memungkinkan untuk didirikannya kota-kota kecil.

      Sejarah singkat di Pulau ini dahulu pertengahan abad ke-19 Pulau ini memiliki sumber rempah-rempah satu-satu nya yang bernilai tinggi, sehingga pada waktu itu Banda Neira dijadikan sebagai pusat perdagangan pala dan fuli dunia. Jika Anda mengunjungi Banda Neira ini Anda akan seolah-olah dibawa pada keadaan di masa abad ke-17 karena bangunan-bangunan yang terdapat di Banda Neira ini berarsitektur Eropa, yang mana bangunan ini merupakan bangunan peninggalan Belanda. Namun, jika Anda mengunjungi Banda Neira ini Anda akan lebih merasakan sensasi yang menyenangkan apabila Anda berjalan kaki dari pada menaiki kendaraan karena disini hanya sedikit mobil yang akan berlalu lalang. Jadi Anda akan lebih enjoy apabila menikmati Bangunan Arsitektur di Banda Neira dengan berjalan kaki. Disini Anda tidak akan melihat Angkutan Kota berlalu lalang sembarangan seperti di kota-kota pada umumnya, hanya saja mungkin beberapa ojek yang dapat Anda pilih jika Anda akan menuju perjalanan yang jauh. Jadi tidak heran jika masyarakat Banda Neira yang terkenal dengan keramahan nya serta wisatawan yang mengunjungi tempat ini lebih memilih berjalan kaki atau bersepeda untuk menikmati suasana Banda Neira. Dahulu, Banda Neira ini adalah tempat diasingkannya tokoh-tokoh penting di Indonesia semasa perjuangan yaitu Bung Hatta, Sutan Syahrir, Cipto Mangunkusumo, dan Iwa Kusuma Sumantri, maka dari itu Banda Neira memiliki pesona lengkap mulai dari kepingan sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

      Dan hingga saat ini Anda dapat mengunjungi rumah pengasingan tokoh-tokoh perjuangan tersebut sebagai objek wisata karena rumah pengasingan tokoh-tokoh tersebut masih dirawat dengan sangat baik sampai saat ini. Kepingan sejarah lainnya yang dapat kita saksikan di Pulau Banda ini adalah beberapa benteng seperti benteng belgica, benteng hollandia, benteng concordia, benteng nassau, dan benteng revengie. Benteng-benteng ini merupakan peninggalan Portugis dan juga Belanda. Tidak hanya itu, di banda neira juga terdapat sebuah gunung berapi, Gunung Api Banda. Gunung Api dengan tinggi 656 meter di atas permukaan laut ini dapat Anda nikmati dimanapun Anda berdiri selama saat itu Anda masih di sekitar Kepulauan Banda. Gunung yang dijuluki sebagai Penguasa Kepulauan Banda ini pernah meletus pada tahun 1743 dan mengahancurkan Negeri di Pulau Banda Besar beserta beberapa Benteng megah peninggalan Portugis. Bukan hanya keindahan di darat saja yang akan membuat Anda tertarik dengan Pulau ini, namun keindahan laut Banda Neira juga tidak kalah mempesona. Karena kekayaan keindahan bawah lautnya Maluku mengadakan event bahari Sail Banda pada tahun 2010.

Komentar