Bendungan Musi Kejalo

Bendungan Musi Kejalo

Objek Wisata Bumi Pat Petulai Rejang Lebong, objek wisata Bendungan Air Musi Kejalo atau dikenal dengan sebutan Trokon ini tentunya memiliki cerita tersendiri yaitu sebagai objek wisata favoritnya anak sekolah. Lokasi trokon ini sendiri berada di Desa Cawang Lama Kecamatan Selupuh Rejang. Atau berjarak sekitar 5 km dari simpang tiga Talang Ulu, berjarak sekitar 10 Km dari pusat kota. Untuk mengunjungi lokasi tersebut wisatawan tidak perlu khawatir karena bisa langsung menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat hingga menuju lapangan di Trokon tersebut.

Bendungan Air Musi Kejalo atau trokon merupakan objek wisata alam yang menyajikan panorama keindahan aliran sungai musi kejalo yang bersih, dan hamparan hijau pepohonan yang mengelilingi bendungan tersebut. Bendungan air Musi Kejalo yang diresmikan oleh mantan Presiden Repoblik indonesia Soeharto pada tanggl 1 Juli 1989 ini awalnya dibangun untuk mengaliri ratusan hektar persawahan masyarakat sekitar.

Namun dikarenakan lokasi Trokon tersebut memiliki nuansa keindahan alam tersendiri, sejak dahulu hingga sekrang lokasi trokon tersebut masih sering dikunjungi oleh berbagai wisatawan yang umumnya dari kalangan pelajar. Menjadinya objek wisata Trokon sebagai tempat favorot dari kalangan pelajar ini dikarenakan lokasi wisata tersebut bebas dari retribusi alias Gratis, sehingga sewaktu pulang sekolah banyak siswa memilih Trokon sebagai tempat untuk bersantai bersama teman-teman satu sekolahannya.

Tidak hanya itu, dikarenakan disamping lokasi trokon tersebut juga memiliki halaman yang cukup luas, sehingga lokasi tersebut sering juga digunakan oleh pelajar dan mahasiswa sebagai tempat untuk kegiatan Out Bone.Perkemanan, dan kegiatan-kegiatan keakraban lainnya. Selain itu juga, kepada masyarakat yang memiliki hobi memancing, lokasi Trokon juga merupakan lokais yang tepat untuk melakukan aktipitas memancing, karena dilokasi bendungan trokon tersebut masih banyak terdapat ikan, namun tentunya harus menggunakan perlengkapan tradisional.

Namun sayang, kurangnya kesadaran wisata, kebanyakan pengunjung yang datang sering menyoret-nyoret pada dinding bendungan dan tugu peresmian bendungan tersebut, sehingga membuat nuansa pemandangan sedikit terganggu.

Komentar