Gunung Rinjani

Gunung Rinjani

      Indonesia terkenal dengan keindahan alam yang sangat menakjubkan. Di Indonesia juga terdapat banyak gunung yang minta untuk di daki. Salah satu gunung yang terkenal adalah gunung rinjani yang terletak di Nusa Tenggara Barat tepatnya di pulau Lombok. Gunung Berapi yang memiliki tinggi 3.726 mdpl ini adalah gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia.

      Karena memiliki pemandangan yang indah di puncak gunung rinjani membuat gunung ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia. Gunung ini merupakan salah satu bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani. Puncak Rinjani adalah tujuan utama dari sebagian besar pendaki.

      Bagi pendaki atau petualang yang bisa menuju puncak merupakan kebahagiaan tersendiri. Karena perjalanan yang dilalui untuk dapat menuju puncak tidaklah mudah. Gunung ini merupakan salah satu bagian dari cincin api yang sangat terkenal dan memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan spiritual masyarakat yang tinggal di sekitar gunung.

      Bagi masyarakat bali, Gunung Rinjani dianggap sebagai salah satu tempat tinggal dewa, setelah gunung semeru dan gunung agung. Oleh karena itu, masyarakat bali menganggap gunung rinjani merupakan salah satu dari tiga gunung yang disucikan.

      Untuk memasuki Taman Nasional Gunung Rinjani kita menuju Desa Sembalun terlebih dahulu, karena Desa Sembalun merupakan salah satu jalur masuk ke Taman Nasional Gunung Rinjani. Untuk menuju puncak Gunung Rinjani akan menempuh waktu sekitar 4 hari.

      Sebelum melakukan pendakian kita harus mengurus surat izin pendakian dahulu. Harga tiket masuk ke Gunung Rinjani sebesar Rp. 2.500,- untuk wisatawan local dan Rp. 20.000,- untuk wisatawan asing.

Sebelum melakukan pendakian kita harus memenuhi Prosedur Pendakian sebagai berikut:

A.    Kuota

      Jumlah pengunjung yang ingin melakukan pendakian di Taman Nasional Gunung Rinjani masih belum dibatasi, karena pengunjung yang datang masih sedikit.

 

B.     Pengajuan Izin Pendakian

      Sebelum melakukan pendakian pengunjung wajib untuk membawa surat izin. Untuk lebih memudahkan mengontrol dan memonitor aktifitas pengunjung. Untuk mengurus perizinan dilakukan dengan cara reservasi/ booking. Resevasi dapat dilakukan di Balai Taman Nasional Gunung Rinjani yeng terletak di Jl. Arya Banjar Getas Lingkar Selatan Kota Mataram Tel/Fax (0370) 641155. Kita juga bisa melakukan resevasi langsung di pintu masuk senaru / pintu masuk sembalun. Bisa juga melalui E-mail : tn.rinjani@gmail.com

 

C.     Pengurusan Surat Izin Pendakian

Berikut merupakan tahapan untuk melakukan pengurusan Surat Izin Pendakian ke Gunung Rinjani :

1.      Setiap calon pendaki telah mengajukan izin pendakian terlebih dahulu. Mengurus surat iizn pendakian maksimal sebelum melaksanakan pendakian.

2.      Waktu pengurusan Surat Izin Pendakian dapat dilakukan pada hari Senin-Jum’at pada jam 08.00-15.30 WITA di Kantor Balai TNGR Mataram.

3.      Surat Izin Pendakian juga dapat diurus di pintu masuk, yaitu pintu masuk Senaru dan pintu masuk sembalun setiap hari pada pukul 08.00-17.00 WITA.

4.      Surat Izin Pendakian dapat diambil di Kantor Balau TNGR Mataram setiap hari pada jam kerja.

5.      Surat Izin Pendakian harus divalidasi dahulu dengan tanda tangan asli dan stempel yang dilakukan oleh Kapala Balai / Pejabat yang ditunjuk.

6.      Melakukan pembayaran tiket masuk di pintu masuk pendakian dan diselesaikan saat pengambilan Surat Izin Pendakian.

7.      Apabila Surat Izin Pendakian dibuat bukan di tempat-tempat yang sudah tercantum maka akan dianggap illegal dan pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani tidak akan menanggung resiko yang terjadi.

8.      Surat Izin Pendakian hanya berlaku untuk melakukan 1 kali pendakian.

Adapun syarat-syarat yang perlu di penuhi untuk mendapatkan surat izin pendakian adalah sebagai berikut :

1.      Setiap Pengunjung wajib mengisi buku tamu dan data diri dengan jelas dan benar.

2.      Untuk calon pendaki yang berusia di bawah 17 tahun, agar dapat di damping oleh keluara/saudar yang dapat menjaga.

3.      Pengunjung dianjurkan untuk melakukan pendakian secara berkelompok.

4.      Pengunjung juga dianjurkan untuk menggunakan jasa guide yang sudah memiliki izin dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.

 

D.    Tiket Masuk

      Bukti legalitas pengunjung untuk memasuki Taman Nasional Gunung Rinjani adalah tiket masuk.

 

E.     Ketentuan Lain

      Adapun ketentuan lain yang perlu diketahui sebelum melakukan pendakian adalah sebagai berikut :

1.      Mengenali medan yang akan didaki. Sebelum melakuka pendakian sebaiknya kita mngenali terlebih dahulu seperti apa medan yang akan kita daki. Kita dapat membaca artikel di media elektronik ata bertanya langsung pada orang yang sudah melakukan pendakian.

2.      Pemanduan. Sebaiknya setiap kelompok atau pengunjung mempunyai guide.

3.      Perubahan/Pembatalan Surat Izin Pendakian. Perubahan jadwa pendakian sebaiknya dilakukan sebelumnya dan memberitahukan kepada petugas setempat. Pembatalan Calon pendaki dapat dilakukan tetpai biaya yang sudah di berikan tidak dapat dikembalikan. Kecuali pembatalan pendakian dilakukan oleh pihak Taman Nasional Gunung Rinjani tanpa pemberitahuan sebelumnya.

 

F.      Batas Lama Pendakian

      Batas lama pendakian yang diizinkan oleh pihak Taman Nasional Gunung Rinjani adalah selama 3-5 hari. Apabali ingin melakukan lebih dari waktu tersebut sebaiknya melakukan konfirmasi ke petugas.

      Jika ada tujuan khusus seperti ritual budaya akan dapat diberi kelonggaran waktu oleh petugas sesuai dengan lamanya waktu yang dibutuhkan. Dan dapat dikonfirmasi dengan petugas.

      Jika ada pengunjung yang melanggar batas waktu yang ditentukan makan pengunjung tersebut akan dikenai sanksi karena sudah dianggap melanggar.

 

G.    Penutupan Pendakian

      Penutupan pendakian dilakukan dalam rangka untuk melakukan pemulihan ekosistem, dan menghindari bahaya saat musim kemarau dan musim hujan. Penutupan dibagi menjadi dua yaitu penutupan rutin dan penutupan insidentil.

  • 07 June 2016

mobile sony experia e1

  • 29 September 2016

Keren emang aslinya

Komentar