Danau Tasikardi

Danau Tasikardi

Nama Tasikardi adalah gabungan dari dua suku kata dari bahasa Sunda, yaitu tasik dan ardi yang artinya danau buatan. Menurut sejarah, danau ini di dirikan pada masa pemerintahan Penembahan Maulana Yusuf, sultan kedua Kesultanan Banten. Konon, Danau Tasikardi luasnya mencapai 5 ha dan bagian dasarnya dilapisi dengan ubin batu bata, dahulunya tempat ini merupakan tempat peristirahatan sultan-sultan Banten bersama keluarga.

Objek Wisata Danau Tasikardi Banten ini merupakan Objek Wisata Alam Indonesia yang cukup ramai dikunjungi oleh para wisatawan, terutama pada akhir pekan dan hari-hari besar. Air disini tenang dan bergerak mengikuti hembusan angin. Nuansa agraris terlihat dari hamparan sawah yang mengitari danau. Disini pengunjung dapat menikmati keindahan dari bawah pepohonan, pondok, maupun lesehan tikar. Serta dapat juga memancing dan berkemah di sini. Apabila bosan berada di tepi danau, dapat mendatangi sebuah pulau yang dahulunya merupakan tempat rekreasi keluarga Sultan. Untuk mencapai area dapat menyewa perahu.

Objek Wisata Danau Tasikardi ini terletak di Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Provinsi Banten. Untuk mencapainya dari wilayah Serang, bisa naik angkutan kota jurusan Kramatwatu. Danau bersejarah itu berada 6 km sebelah Barat Serang. Tiket masuk tempat ini, adalah Rp 2.500 per orang.Di kawasan Objek Wisata Danau Tasikardi Banten ini terdapat kantin dan toko yang menyediakan berbagai kebutuhan, seperti makanan, minuman, perlengkapan memancing. Ada juga berbagai fasilitas lainnya, seperti bumi perkemahan, tempat parkir, serta jasa persewaan perahu. Bahkan tikar juga tersedia di Objek Wisata Danau Tasikardi Banten ini untuk tempat bersantai.Danau Tasikardi konon tidak pernah kering dan meluap, itu terbilang istimewa karena dengan mengunjungi danau ini, berarti telah mengunjungi situs sejarah dan sekaligus obyek wisata yang memesona.

Sebagai situs sejarah, keberadaan danau ini adalah bukti kegemilangan peradaban Kesultanan Banten pada masa lalu. Untuk ukuran saat itu, membuat waduk atau danau buatan untuk mengairi area pertanian dan memenuhi kebutuhan pasokan air bagi penduduk merupakan karya yang cemerlang.Ditengah danau terdapat sebuah pulau yang dahulunya merupakan tempat rekreasi keluarga kesultanan. Untuk mencapai pulau seluas 44 x 44 meter persegi yang berjarak sekitar 200 meter dari bibir danau ini, wisatawan dapat menyewa perahu. Di pulautersebut, masih dapat dilihat sisa-sisa peninggalan Kesultanan Banten, seperti kolam penampungan air, pendopo, dan kamar mandi keluarga kesultanan. Disini juga terdapat jungkit-jungkitan, semacam tempat permainan untuk anak-anak yang terbuat dari besi panjang, yang terletak di samping pendopo.Menjelang matahari terbenam, eksotisme danau menjadi kenyataan tentang kegemilangan Banten pada masa lalu. Burung-burung kecil yang terbang rendah di tepi danau dan sesekali menyambar air danau, kian mengukuhkan betapa lengkap nya keindahan danauTasikardi ini.

Komentar