Benteng Speelwijck

Benteng Speelwijck

Bebatuan bewarna merah sisa Benteng Speelwijk di Kampung Pamarican, Serang, Banten, menjadi puing yang tersisa dari bangunan megah abad ke 17 ini. Terbuat dari campuran batu, pasir, dan kapur, Benteng Speelwijk dibangun untuk mengantisipasi serangan rakyat Banten khususnya pengikut Sultan Agung Tirtayasa.

Ketakutan ini beralasan karena saat itu Banten Lama masih menjadi kota pelabuhan besar dan diperebutkan oleh Belanda dan masyarakat Banten. Pada masa jayanya, Benteng Speelwijk yang memiliki ketinggian 3 meter ini dibangun oleh Hendrick Loocaszoon Cardeel pada tahun 1681-1684 yaitu pada masa Sultan Abu Nas Abdul Qohar. Sedangkan nama Speelwijk digunakan untuk menghormati Gurbenur Hindia Belanda yang saat itu masih berkuasa yaitu Cornelis Janszoon Speelman.

Bagian tepi Benteng Speelwijk dikelilingi parit dengan luas mencapai 10 meter. Sedangkan bentuk bangunan menyerupai segi empat dengan tiap sisinya dibangun ruang inti atau menara pengintai. Ruang intip yang masih tersisa dan dinaiki adalah di bagian utara. Dari ruangan ini terlihat lautan dan Banten Lama dari atas.
 
Walaupun kondisinya saat ini telah datar dan hanya sedikit sisa reruntuhan yang dapat dilihat, namun Benteng Speelwijk masih menyisakan ruang bawah tanah atau bungker yang dihubungkan dengan lorong di bagian barat.

Konon, Benteng Speelwijk tidak menggunakan tenaga pribumi untuk pembangunannya. Namun masyarakat Tionghoa dipekerjakan dengan upah yang sangat rendah untuk membangun Benteng Speelwijk.

Bagi pengunjung yang ingin berkunjung ke Benteng Speelwijk tidak hanya melihat sejarah dan kejayaan masa lampau namun pengunjung juga dapat berkunjung ke vihara Avalkitesvara. Vihara ini merupakan yang tertua dan letaknya berada tepat di depan Benteng Speelwijk.

Komentar