Taman Nasional Kutai

Taman Nasional Kutai

Taman Nasional Kutai adalah sebuah hutan tropis dengan dataran rendah yang terletak di provinsi Kalimantan Timur. Luas wilayah Taman Nasional Kutai ini sekitar 198.629 hektar. Tempat ini banyak dikunjungi para pecinta alam serta peneliti yang berasal dari berbagai negara karena memiliki keanekaragaman hayati dan vegetasinya. Hingga saat ini, ada sekitar 900 jenis tanaman yang terdapat di Taman Nasional Kutai ini sudah teridentifikasi. Untuk pelajar yang berasal dari daerah di sekitar Taman Nasional Kutai ini seperti Bontang dan Sangatta, Taman Nasional Kutai ini adalah fasilitas untuk belajar mengenai alam. Saat anda berada di Taman Nasional Kutai ini terdapat dua tempat yang paling sering dikunjungi yaitu resort prevab dan Sangkima.

Untuk masuk ke dalam Taman Nasional Kutai ini anda akan dikenakan biaya sebesar Rp. 1.500,- untuk pengunjung local dan Rp. 15.000,- untuk pengunjung asing. Untuk berkeliling Taman Nasional Kutai ini anda bisa melakukannya dengan berjalan kaki. TNK juga menyediakan tour guide untuk mangantar anda berkeliling Taman Nasional Kutai ini. Pada pos-pos yang terdapat di sangkima maupun prevab juga ada karyawan yang selalu stand by di pos tersebut. Jika anda lelah berjalan kaki, anda juga dapat mengelilingi Taman Nasional Kutai ini menggunakan ketinting/ perahu motor.

Di Taman Nasional Kutai ini terdapat dua buah resort yang merupakan resort favorit bagi para pengunjung yang datang ke sini yaitu prevab dan sangkima. Jika anda menginap di Prevab, anda bisa melihat kehidupan Orang Utan (Pongopygmeus) di habitat asli mereka. Anda juga dapat melihat proses restorasi hutan yang sedang berlangsung. Proses restorasi ini dilakukan setelah sebagian hutan di Taman Nasional Kutai mengalami kebakaran yang terjadi pada tahun 1997-1998. Di sini juga anda dapat melihat berbagai macam tumbuhan dan satwa langka. Dan jika anda menginap di Sangkima, anda bisa melihat pohon kayu besi (Eusideroxylon Zwageri) yang memiliki diameter sekitar 2,47 m. Anda juga dapat menguji adrenalin anda dengan mencoba melewati jembatan gantung yang terbuat dari kayu dan besi.

Di Taman Nasional Kutai ini juga terdapat berbagai macam gua, yaitu : Gua Lubang Angin : Gua Lubang Angin ini terletak di Resort Teluk Pandan dan memiliki lokasi yang cukup jauh. Untuk menuju gua ini anda harus berjalan kaki sekitar 4 jam dari Jalan Poros Bontang-Sangatta. Medan yang akan dilalui cukup landau. Gua ini memiliki lorong-lorong yang cukup besar. Di Gua ini juga terdapat banyak lubang muara, sehingga angina berhembus dengan baik. Di lorong utama Gua terdapat stalagmite besar yang maih hidup. Stalagmite ini masih mendapar suplai air yang menetes dari stalagtit yang berada diatasnya. Di dalam gua ini terdapat 7 muara yang terbentuk akibat runtuhan, lorong gua ini juga cukup lebar dan memiliki banyak cabang. Di gua ini juga terdapat aula yang di tinggali banyak kelelawar. Gua Tengah : Gua ini terletak cukup dekat dengan Gua Lubang Angin. Anda hanya peril berjalan kaki sekitar 15 menit dari Gua Lubang Angin. Medan yang dilalui untuk menuju gua ini cukup mudah untuk dilalui. Di gua ini tidak terdapat ornament yang aktif dan juga tidak terdapat aliran sungai bawah tanah. Gua tungap : Gua ini terletak du dekat Gua Lubang Angin. Untuk menuju Gua ini membutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan berjalan kaki, dan medan yang dilaui cukup curam. Di gua ini terdapat lorong yang panjang dan tidak terlalu lebar namun memiliki cabang. Ornament yang terdapat pada gua ini masih hidup, oleh karena itu gua ini dialiri banyak air. Gua ini terbentuk dari reruntuhan dan juga aliran air. Di level atas terdapat aliran air yang terbentuk dari aliran air stalaktit. Aliran dari stalaktit ini membentuk kolam-kolam di dasar gua dan di tinggali banyak jenis satwa. Di dalam gua ini juga terdapat aliran sungai kecil, tetapi debitnya akan bertambah besar ketika musim hujan tiba. Sebenarnya di Kawasan Taman Nasional Kutai ini masih memiliki banyak gua, tetapi masih beberapa gua saja yang sudah di petakan. Dari berbagai macam gua diatas, gua yang paling cocok untuk ekowisata dan pendidikan konservasi adalah Gua Lubang Angin. Gua ini busa menampung sekitar 30 orang.

Komentar