Taman Puputan

Taman Puputan

      Denpasar sebagai ibukota dari provinsi Bali ternyata memiliki ruang publik yang bagus asik untuk untuk dijadikan bersantai. Salah satunya adalah lapangan puputan, yang selalu ramai dengan aktivitas masyarakat yang mengunjunginya. Di tempat inipun berbeda dengan kebanyakan destinasi wisata lainnya yang ada di bali, jika anda berkunjung ke lapangan puputan mungkin hal ini bisa menjadi alternatif jika ingin berbaur dengan  masyarakat setempat.

      Bali memang sangat terkenal dengan wisata yang alamnya yang indah, terutama di bagian pesisir selatan dan timur pulau Bali, juga dataran tinggi yang sejuk di bagian tengah pulau Bali. tetapi tahukah kalau bali juga punya destinasi berupa ruang publik yang asik untuk dikunjungi walaupun sekedar jalan jalan sambil berbaur dengan penduduk lokalnya?

      Denpasar sebagai ibukota provinsi bali memiliki ruang publik yang bagus. Salah satunya adalah lapangan puputan, yang cocok dikunjungi untuk bersantai baik di pagi hari ataupun sore hari. Apalagi ruang publik yang asik ini disediakan secara gratis, hanya perlu membayar retribusi parkir yang besarnya sekitar Rp 1000. nah, destinasi yang cocok buat wisatawan yang budgetnya pas pasan nih. Puputan ini adalah Taman publik terbuka hijau, yang terletak di tengah - tengah kota Denpasar. Lokasinya tepat di jantung kota Denpasar, didekat titik nol kilometer dari ibukota provinsi Bali. Memang, di dekat Lapangan Puputan ada sebuah landmark  yang dijadikan sebagai simbol dari titik tengah Bali.

      Sekitar tahun 1900, tempat ini pernah terjadi pertempuran heroik antara Kerajaan Badung dengan masyarakat Belanda. Pertempuran heroik yang dikenal sebagai perang Puputan. Dan Puputan itu sendiri berarti berjuang habis - habisan, sampai titik darah penghabisan.

      Lebih dari seratus tahun kemudian, peristiwa perang Puputan masih bisa dikenanang dengan dibangunnya patung di Taman Puputan. Memang, di kawasan ini terdapat tiga patung, yang terdiri dari satu perempuan dan dua laki-laki. Patung itu dibuat untuk menggambarkan bahwa di tempat ini pernah ada pertempuran yang sangat sengit hingga titik darah penghabisan.

      Tapi sekarang, suasana pilu perang puputan itu hampir tak terlihat. Keberadaan Taman Puputan kini telah menjadi ruang publik yang selalu ramai dikunjung oleh warga Denpasar. Mulai dari anak-anak kecil yang datang untuk bermain sepak bola, bersantai bersama keluarga, atau beberapa komunitas yang sengaja menjadikan Lapangan Puputan untuk tempat berkumpul. 

      Sore adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi Taman Puputan, cuaca di lapangan ini tidak terlalu panas, dan suasana di sore hari tampak lebih ramai dari pada saat siang hari. Sesekali di taman ini anda dapat melihat komunitas seni lukis, tari ataupun penuka permainan catur unjuk kebolehan di Taman Puputan ini. Tentu, yang namanya ruang publik selalu menjadi tempat berkumpul  dan tidak melupakan ruang publik yang satu ini jika anda berkunjung ke Bali.

      Di Lapangan Puputan juga tersedia di fasilitas umum yang dapat digunakan secara gratis. Mulai dari tempat duduk untuk bersantai, daerah untuk pertunjukan yang biasanya digunakan untuk menari sebuah tempat khusus untuk penggemar catur. Uniknya, di Puputan ada papan catur raksasa, yang dapat digunakan jika bosan bermain catur dengan papan kecil. Sayangnya, kondisi buah catur raksasa di Taman Puputan ini kurang terawat. Beberapa bahkan dalam keadaan rusak. Meskipun catur raksasa ini bisa dijadikan salah satu daya tarik wisatawan yang unik.

Komentar