Pulau Merah

Pulau Merah

     Keindahan Pantai Pulau Merah memang menggoda Berada di Wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kota Banyuwangi-Jawa Timur. Pulau Merah adalah sebuah areal berbentuk bukit kecil layaknya sebuah pulau, sementara pantai berpasir putih sepanjang 3 kilometer (km) menjadi magnet bagi banyak pengunjung mancanegara. Pantai Pulau Merah terletak sekitar 60 km arah Selatan dari Kota Banyuwangi. Bila menggunakan sepeda motor atau mobil, cukup ditempuh sekitar tiga jam perjalanan. Di sebelah Timur, keindahan gugusan pegunungan yang menawan akan melumat keangkuhan diri, lalu tenggelam dalam decap kagum pada sang pencipta. Bagi mereka yang ingin menghabiskan waktu lebih lama di Pantai Pulau Merah, dapat menggunakan jasa penginapan di rumah-rumah warga di sekitar sini. Tarif sewa per malam pun terbilang murah, antara Rp 50.000 hingga Rp 100 ribu.

     Letak kawasan Pantai Pulau Merah berada di kaki Gunung Tumpang Pitu, yang menjulang ratusan meter. Ini adlah kawasan hutan lindung Pantai Pulau Merah juga menawarkan gulungan ombak bagi para penggemar surfing. Hembusan angin dari Samudera Hindia memang menciptakan gulungan ombak besar yang menyapa berlapis-lapis menuju bibir pantai. Tak aneh pula bila Pantai Pulau Merah dipilih sebagai ajang kompetisi surfing berskala internasional pada tahun lalu.

     Meski berjarak tak jauh dari Pulau Dewata, Bali, namun bagi sebagian pengunjung yang telah menjajaki Pantai Pulau Merah mengaku ingin mengulang kembali rileksasi yang ditawarkan alam Pulau Merah. Area pasir menghampar luas, diselingi pohon-pohon pandan laut yang tumbuh berkelompok memang memukau. Ada beberapa gugusan pulau kecil. Seperti Pulau Mustaka, Pulau Manuk, dan Pulau Bedil. Sedangkan pulau terdekat berupa gundukan tanah melengkung yang menyembul dari dasar laut.
     
     Hampir seluruh permukaannya ditutupi tumbuh-tumbuhan hijau. Itulah Pulau Merah, landmark dari kawasan ini. Ada dua versi pendapat dari penduduk setempat mengenai asal-muasal penamaan pulau ini. Pertama, karena warna tanahnya yang kemerah-merahan, sementara yang lain konon dahulu pernah terpancar cahaya merah.
Pantai di kawasan ini sering dijadikan tempat latihan selancar oleh para amatir. Susunan ombak berlapis empat hingga lima kerap terlihat berkejar-kejaran di sini. Ketinggian rata-rata gelombangnya satu sampai dua meter lebih. Tidak mengherankan bila akhir-akhir ini Pantai Pulau Merah mulai menyedot perhatian peminat olahraga tersebut, baik dari kalangan domestik, maupun mancanegara. Karena itu, pengelola tempat wisata juga menyediakan jasa penyewaan papan selancar. Dengan membayar tarif Rp 25 ribu, pengunjung dapat memakai peralatan ini sepuasnya selama seharian.

     Pada hari-hari biasa tiket disini gratis. Tetapi jika tanggal merah, mereka dikenakan karcis seharga Rp 2 ribu per kepala. Pantai ini biasanya lebih ramai di hari libur. Wisatawan yang datang dalam sehari bisa mencapai 500-600 orang. Pada sore hari, angin sepoi-sepoi bertiup melenakan. Beberapa anak terlihat asyik bermain air laut, diiringi gelak tawa mereka yang khas. Sebagian lagi ada yang menikmati hawa senja sambil bersepeda di pinggir pantai. Dari tempat ini, pengunjung dapat mencapai perkampungan nelayan Pancer dengan menyusuri garis pantai sepanjang lebih kurang 4 km ke arah barat. Tak jauh dari pantai, terdapat Pura Tawang Alun, tempat ibadah yang resmi dibangun pada 1980 ini sering dikunjungi umat Hindu dari Bromo dan Bali.

 

Komentar