Danau Tamblingan

Danau Tamblingan

      Danau yang terletak di lereng sebelah utara Gunung Lesung, kawasan Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, ini merupakan satu dari tiga danau yang terbentuk dari sebuah kaldera besar. Danau-danau yang letaknya berdekatan dengan kawasan wisata Danau Tamblingan yaitu Danau Beratan dan Danau Buyan. Danau-danau tersebut terletak di sebelah timur Danau Tamblingan. Bahkan karena letaknya sangat dekat dengan Danau Buyan, masyarakat sekitar menyebut kedua danau tersebut sebagai danau kembar. Danau Tamblingan merupakan bukti bahwa Bali tidak hanya indah dan menarik di objek wisata pantainya namun danau pun tak kalah menarik untuk dikunjungi.

      Luas Danau Tamblingan  yaitu 1,15 km2 dengan ketinggian lebih dari 1.000 m di atas permukaan laut. Meskipun danau Tamblingan merupakan danau terkecil diantara danau-danau disekitarnya, namun nuansa kealamian di danau ini sangat terjaga. Di Danau Tamblingan, Anda tidak akan mendapati perahu boat atau perahu-perahu yang menggunakan mesin, disini hanya ada sampan yang dimiliki oleh warga setempat.

      Berada pada lokasi daratan tinggi, membuat Danau Tambligan kerap diselimuti oleh kabut dikala pagi hari. Udara di danau ini juga sangat sejuk dan segar, karena selain air Danau yang tidak tercemar limbah motor bakar karena tidak adanya perahu mesin atau perahu boat, kawasan Danau Tamblingan juga banyak terdapat pohon-pohon yang rindang yang menambah asrinya tempat wisata ini.

      Wisatawan bisa dengan nyaman menikmati indah nan eksotisnya danau dengan panorama yang menawan ini. Anda dapat menyewa perahu atau sampan warga sekitar untuk berkeliling danau. Selain itu Anda juga bisa memancing ikan di danua ini, nanti bersama dengan nelayan setempat, wisatawan akan dipandu menuju ke tempat-tempat yang cocok untuk memancing ikan.

      Di Danau Tamblingan, selain menikmati wisata alamnya yang indah, wisatawan juga akan banyak menemukan pura di kawasan wisata Danua Tamblingan.

      Pura-Pura di kawasan wisata Danau Tamblingan diantaranya yaitu :

  1. Pura Batulepang
  2. Pura Dalem Tamblingan
  3. Pura Embang
  4. Pura Endek
  5. Pura Gubug
  6. Pura Naga Loka
  7. Pura Pengukiran, Pengukusan
  8. Pura Sang Hyang Kawuh
  9. Pura Tirta Mangening
  10. Pura Tukang Tambang
  11. Pura Ulun Danu dan Sang Hyang Kangin, dll

      Pura Embang dan Pura Timbang merupakan kawasan Pura Kecil yang dibangun dari batu “bebaturan” dan diperkirakan sebagai pura peningglan masyarakat pra Hindu sebelum abad ke-10 Masehi.

      Dahulu di kawasan Danau Tamblingan terdapat pemukiman penduduk pada abad 10 M hingga 14 M. Pusat pemukiman tersebut berada di Gunung Lesung sebelah selatan danau, namun pemukiman penduduk tersebut pindah ke lokasi lain yang tidak jauh dari lokasi danau dengan suatu alasan tertentu.

      Kepindahan penduduk tersebut menyebar menjadi empat desa yang dikenal dengan Catur Desa, yang bermakna Empat Desa. Keempat desa tersebut yaitu Desa Munduk, Desa Goblleg, Desa Gesing dan Desa Umerejo. Yang masing-masing bertanggung jawab dalam menjaga kesucian danau dan kesucian pura di sekitar danau.

      Namun, pada suatu waktu penduduk Catur Desa ini terserang oleh wabah Epidemi yaitu suatu penyakit atau wabah baru yang menyerang populasi manusia pada wilayah tertentu dan menyebar dalam waktu cepat. Ajaibnya ketika salah seorang yang dianggap sakti dan suci turun ke danau yang lokasinya berada dibwah desa untuk mengambil air danau dan digunakan untuk penyembuhan masyarakat, berkat doa dan kemampuan spiritualnya, masyarakat Catur Desa bisa sembuh dari penyakit Epidemi tersebut.

      Oleh karena itu danau tersebut diberi nama Danau Tamblingan yang berasal dari Bahasa Bali, Tamba berarti obat dan Elingan yang berarti kekuatan spiritual.  Cerita asal usul Danau Tamblingan ini bisa ditemukan di Lontar Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul.

      Berbagai fasilitas yang ditawakan di kawasan objek wisata Danau Tamblingan yaitu :

  1. Penginapan
  2. Lokasi untuk parkir kendaraan
  3. Lokasi untuk mendirikan perkemahan
  4. Disediakan tempat untuk penyewaan perahu atau keperluan memancing ikan
  5. Berbagai warung yang menyediakan makanan dan minuman, dll

      Akses menuju ke lokasi Danau Tamblingan bisa ditempuh dengan kendaaraan pribadi seperti mobil. Jarak menuju lokasi yaitu berjarak 75 km atau kurang lebih 2 jam perjalanan dari Bandara Ngurah Rai. Jalurnya sama dengan jalur dari Kota Denpasar menuju ke kota Singaraja melalui daratan tinggi Bedugul. Dan berjarak kurang lebih 15 km atau sekitar 30 menit perjalanan dari Pantai Lovina.

      Pada saat wisatawan melintasi Jl. Raya Pancasari sebelum masuk Desa Munduk, wisatawan akan mendapati  Danau Buyan terlebih dahulu sebelum sampai di lokasi Danau Tamblingan. Danau Buyan merupakan kembaran Danau Tamblingan yang konon danau ini masih bersatu, sebelum longsor di abad ke 19.

      Tiket masuk kawasan objek wisata Danau Tamblingan yaitu Rp. 7.000/org dan dengan tarif biaya parkir sebesar Rp. 5.000/mobil.

      Selain sebagai kawasan wisata yang mempesona dengan kekuatan alaminya dan spriritualnya, Danau Tamblingan juga kerap digunakan sebagi tempat untuk Yoga dan juga sering digunakan sebagai tempat pre-wedding. Alasanya sederhana karena Danau Tamblingan adalah tempat yang tepat untuk memenangkan pikiran dan tempat yang memiliki objek yang menarik dengan tema alam yang mempesona.

Komentar