Ex Pelabuhan Buleleng

Ex Pelabuhan Buleleng

      Terletak di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, Pelabuhan Buleleng atau yang biasa dikenal dengan Ex Pelabuhan Buleleng merupakan kawasan wisata bersejarah dengan panorama yang indah di Jantung Kota Singaraja. Dengan objek wisata pantainya serta ombaknya yang tenang, patut di masukkan dalam agenda wisata Anda.

      Dahulu Singaraja merupakan Ibu Kota Nusa Tenggara dan sebagai pusat pelayaran yang sangat penting keberadaanya, maka dibuatlah dermaga yang besar yang dikenal dengan nama Pelabuhan Buleleng. Namun, sekitar tahun 1950, sejak pusat pemerintahan Provinsi Bali dipindahkan dari Bali Utara ke Bali Selatan, kejayaan Pelabuhan Buleleng berangsur mulai menghilang dan meninggalkan sejarah dimasa penjajahan Belanda.

      Pemindahan itu berdasarkan dibaginya Nusa Tenggara menjadi 3 Provinsi, membuat Pelabuhan Buleleng menjadi kurang difungsikan. Apalagi saat pembangunan Pelabuhan Celukan Bawang yang jaraknya kurang lebih 40 km arah Barat Singartaja, Pelabuhan Buleleng semakin merosot.

      Pelabuhan Buleleng dulunya merupakan tempat bongkar muat barang dan persinggahan kapal pesiar asing yang membawa wsiatawan. Bangunan-bangunan tua yang ada disekitar pelabuhan menjadi saksi bisu kejayaan Pelabuhan Buleleng.

      Di pelabuhan inilah juga menjadi saksi perjuangan rakyat Bali melawan tentara NICA dari Belanda. Peristiwa penuruan dan perobekan bendera merah putih oleh Belanda dan menggantikan menjadai bendarea merah putih biru, juga sempat terjadi. Akibatnya menyulut kemarahan pemuda Bulelng dan prajurit TKR (Tentara Keamanan Rakyat), dengan berusaha meraih lalu merobek bendera mera putih biru itu dari tiangnya, dan hanya menyisakan bendera merah putih untuk di naikkan kembali.

      Sebagai bukti peristiwa tersebut, pada tahun 1987 didirikanlah monumen bernama Yudha Mandala Tama yang bermakna tempat perang yang utama, karena ditempat inilah perang utama terjadi. Monumen dengan tinggi 12 meter tersebut, berupa seorang pemuda kekar menunjuk ke arah lautan sambil memegang bambu runcing dengan sang merah putih pada ujungnya. Ini bermakna bahwa dia ingin memeberitahukan kepada kawan-kawan lainnya yang berada di darat bahwa ada kapal Belanda yang berlabuh.

      Di sekitar Pelabuhan Buleleng terdapat sebuah bangunan bekas kantor pelabuhan yang dibangun oleh Kolonial Belanda, bangunan tersebut masih tampak berdiri kokoh dan artitekturnya masih terlihat asli. Di depan gedung terdapat papan nama yang bertuliskan “Societiet Boleleng”. Di sini juga terdapat bukti peninggalan Kolonial Belanda, tepatnya di sebelah timur Eks Pelabuhan Buleleng yaitu berupa jembatan melengkung yang menghubungkan antara Buleleng Timur dan Kota Singaraja.

      Pelabuhan Buleleng mulai ditata dengan menambahkan beberapa taman indah berselimutkan hijaunya rerumputan dan juga pengecetan ulang, sekitar tahun 2005. Kayu-kayu tua bekas dermaga telah diganti dengan restoran terapung. Kini Pelabuhan Buleleng atau Eks Pelabuhan Buleleng diamnfaatkan sebagai objek wisata sejarah dan pantainya yang tak kalah menarik untuk dikunjungi.

      Wisatawan baik lokal maupun mancanegara bisa menikmati panorama objek wisata Buleleng ayng tak hanya menawarkan wisata sejarahnya namun juga wisata keluarga di Kota Singaraja. Fasilitasnya juga lumayan memadai di kawasan wisata Eks Pelabuhan Buleleng ini.

      Berikut beberapa fasilitas di objek wisata Eks Pelabuhan Buleleng :

  1. Taman bermain untuk anak-anak
  2. Restoran
  3. Toilet
  4. Pos jaga keamanan
  5. Spot olahraga
  6. Tempat memancing di ujung restoran terapung
  7. Pura dengan arsitektur khas Bali dan sedikit ornamen China, yang biasanya digunakan umat Hindu ketika upacara Malasti dan ketika Piodalan tiba.
  8. Fasilitas kantor UPTD Pengelola Objek Wisata Eks Pelabuhan Buleleng, dll

      Wisatawan juga bisa menikmati panorama sunset yang sangat menakjubkan tak kalah dengan pantai-pantai di Bali. Di objek wisata Eks Pelabuhan Buleleng juga terdapat sebuah klenteng dengan arsitektur bergaya oriental, tepatnya di dekat pintu masuk sebelah timur. Bernama Ling Gwan Kiong, klenteng tersebut masih aktif digunakan untuk berdoa dan tempat upacara pernikahan. Untuk melihat isi klenteng, wisatawan akan membolehkan masuk dan juga akan dipandu dengan senang hati.

      Akses untuk menuju ke kawasan objek wisata Eks Pelabuhan Buleleng sangatlah mudah. Akomodasi menuju kesana sangat bagus. 5 menit perjalanan dari pusat pemerintahan Kabupaten Buleleng. Berjarak 2,5 km dari arah utara pusat Kota Singaraja atau sekitar 20 menit perjalanan. Sedangkan dari Bandara Ngurah Rai, hanya membutuhkan waktu 150 menit perjalanan.

      Tiket masuk Eks Pelabuhan Buleleng tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam. Untuk tiket parker sebesar Rp. 500/sepeda motor, dan Rp. 1.000/roda empat. Untuk Tiket masuknya gratis.

      Eks Pelabuhan Buleleng sangat tepat dikunjungi saat pagi hari maupun sore hari. Di pagi hari Anda bisa sambil ber olahraga ringan seperti berlari, senam, atau sekedar menikmati segarnya udara pagi. Dan saat sore hari Anda bisa menikmati sunset bersama dengan keluarga dan orang-orang tercinta. Karena suasanaya pasti sangat romantis.

Komentar