Pura Pulaki

Pura Pulaki

      Pura Pulaki merupakan sebuah pura yang letaknya berdiri di atas tebing berbatu yang langsung menghadap ke laut yakni Pantai Utara Pulau Bali. Seperti kebanyakan pura-pura yang lainnya, Pura Pulaki fungsinya juga digunakan sebagai tempat suci. Tempat ini digunakan untuk memuliakan dan memuja Hyang Widhi Wasa (Tuhan yang Maha Esa) dan juga sebagai tempat untuk memuliakan dan memuja arwah suci dari Sri Patni Kaniten (salah seorang istri dari Danghyang Nirartha yang diberi gelar “Bhatari Dalem Ketut”.

      Pura yang terletak di Desa Banyupoh Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng, Bali ini terkenal dengan nuansanya yang sangat religious dan kawasan alamnya yang sangat menakjubkan. Pura yang letaknya dekat dengan Pura Dalem Melanting sejarah pembangunannnya sama yaitu ada kaitannya dengan perjalanan Danghyang Nirartha.

      Di dalam Dwijendra Tattwa disebutkan tentang asal usul berdirinya Pura atau Khayangan Pulaki yaitu pada waktu istri Danghyang Nirartha Sri Patni Kaniten yang berasal dari Blambangan bergelar Mpu Istri Ktut dalam keadaan payah menyembah Danghyang Nirartha dan berkata, “Mpu Danghyang, dinda tidak kuasa lagi melanjutkan perjalanan dan rasanya ajal hamba sudah tiba, karena itu ijinkan dinda sampai disini mengiringi Mpu Danghyang”.

      Kemudian Mpu Isteri Ktut melanjutkan permohonan, “Dengan hormat dan kerendahan hati yang tulus ikhlas dinda mohonagra diberikan ajaran ilmu ghaib sebagaimana yang sudah diberikan kepada Ni Ayu Swabhawa, agar adinda dapat terlepas dari segala dosa dan kembali menjadi Dewa,” begitulah permohanan Mpu Istri Ktut.

      Setelah permohonan ditanggapi oleh Dahyang Nirartha dibangunlah sebuah bangunan suci yang diberi nama Pura Pulaki. Dan dalam Lontar Dwijendra Tattwa dan Babad Catur Brahmana dituliskan fungsi dari Pura Pulaki yaitu sebagai tempat suci untuk memuja Sang Hyang Widhi dan memuja keagungan jiwa Sri Patni Kaniten yang telah mencapai moksa dan dipuja sebagai dewa serta disebut ‘Bhatari Dalem Ketut” tersebut yang gunanya untuk memohon kesuburan, keselamatan dan kesejahteraan.

      Kawasan ibadah Pura Pulaki memiliki aura yang sangat sakral, ornamennya terbuat dari batu berwarna hitam dan memiliki jaba tengah. Pura yang disebut juga dengan Pura Petirtan ini dulunya sangat sederhana, namun setelah direnovasi dan diperluas dengan menggunakan bahan batu lahar dari Gunung Agung, kawsasan Pura Pulaki ini terlihat sangat agung. Bahkan sangat agungnya diberi nama Lingkungan Agung Pulaki.

      Sebenarnya terdapat beberapa pura yang berada di lingkungan Pura Agung Pulaki yang jaraknya hanya sekitar satu setengah kilometer yaitu Pura Melanting, Pura Kertha Kawat, Pura Pabean, dan Pura Pemuteran.

      Kesucian dari kawasan objek wisata religius Pura Pulaki sangat dijaga, tidak boleh sembarangan dimasuki bahkan pemangku adat sekalipun. Salah satu tempat di kawasan Pura Pulaki yang amat dijaga tersebut disebut Pelinggih Utama atau Utamaning Mandala. Tempat ini dijaga dari cakar atau injakan kaki. Hanya pada saat acara atau upacara khusus saja (missal upacara ngeteg linggih) maka tempat ini boleh dibuka.

      Pura Pulaki dipercaya merupakan zaman prasejarah karena dilihat dari tata letak dan struktur pura yang identik dengan bentuk bangunan pemujaan masyarakat parasejarah. Hal ini berdasarkan penemuan alat-alat prasejarah seperti alat yang berberntuk batu picisan, berbentuk kapak dan lain-lain sekitar tahun 1987.

      Fasilitas yang terdapat di kawasan objek wisata Pura atau Khayangan Agung Pulaki Buleleng diantaranya :

  1. Penginapan
  2. Area parkir yang cukup luas
  3. Warung-warung kecil yang menjual makanan dan minuman, dll

      Akses menuju kawasan wisata Bali Utara Pula Pulaki Buleleng yaitu berjarak sekitar 53 km di sebelah Barat dari Kota Singaraja, atau sekitar 1 jam perjalanan darat. Pura Pulaki letaknya sangat strategis, karena mudah dijangkau yaitu berada di tepi jalur utama Singaraja – Gilimanuk. Oleh karena itu Pura ini sangat ramai dikunjungi. Terlebih lagi jika ada upacara Piodalan yang dimulai pada Purnama Sasih Kapat, Pura Pulaki digunakan bersembayang secara beramai – ramai oleh umat Hindhu.

      Berada pada kawasan yang sangat asri nan menawan, terdapat banyak pepohonan yang akan menambah suasana menjadi lebih alami. Tak jarang di kawasan ini terdapat kera-kera liar disekitar kompleks pura. Selalu berhati hatilah terhadap keselamatan Anda dan juga barang bawaan Anda. Karena jika musim hujan, jalan melewati anak tangga cukup licin. Kemudian untuk barang bawaan Anda, selalu berhati hatilah agar tidak dirampas oleh kera-kera liar tersebut.

Komentar