Desa Sembiran

Desa Sembiran

       Desa Sembiran merupakn bukti sejarah peninggalan masa kuno di Bali. Desa kuno ini diyakini sudah berusia ribuan tahun sebelum masehi. Bukti kekunoan desa ini yaitu ditemukan sebanyak 40 buah alat-alat kuno dan bersejarah, juga ditemukan sekitar 20 prasasti perunggu yang menceritakan sejarah desa ini.

      Alat-alat tersebut merupakan perabotan pada Zaman Paleolitikum (Batu Tua) dan Megalitikum (Benda atau bangunan batu besar) yang terbuat dari batu dan besi. Kemudian perabotan tersebut dikelompokkan menjadi :

  1. Berbentuk pipih seperti setrika dari besi
  2. Kapak tangan dari batu (Protohan-axses)
  3. Alat pemotong persegi dari batu (Side Chopper)
  4. Palu yang terbuat dari batu (Hammeratones)
  5. Serpihan beberapa perabot dari batu untuk mengiris (Flakes)

      Namun hingga saat ini masih belum ditemukan jenis manusia yang mendukung atau menciptakan alat-alat tersebut. Penemuan-penemuan tersebut hingga kini tetap dijaga keberadaannya dan keasliannya, sehingga pemerintah dan masyarakat sekitar membangun kembali rumah tua yang sesuai dengan bentuk aslinya.

     Selain dengan membangun rumah tua yang unik dan menarik, masyarakat Desa Sembiran juga masih tetep menjaga potensi seni dan adat istiadat peninggalan nenek moyang. Beberapa seni tradisional yang masih tetep dipertahankan keberadaannya, seperti tarian sakral di Desa Sembiran dalam upacara-upacara tertentu.

       Sedangkan untuk penemuan-penemuan prasastisnya terdiri dari 6 golongan yaitu :

  1. Prasasti Jaman Ratu Ugranesa ( 24 Januari 923 M )
  2. Prasasti Jaman Tabranida-Warmaweda ( 19 Desember 951 M )
  3. Prasasti Jaman Raja Jhanasadhu-Warmaweda ( 6 April 975 M )
  4. Prasasti Jaman Sang Ratu Dari Ajua-Dewi ( 11 September 1016 M )
  5. Prasasti Jaman Raja Anak Wungsu ( 10 Agustus 1065 M )
  6. Prasasti Jaman Raja Jaya Pangus ( 22 Juli 1181 M )

      Prasasti – prasati tersebut pada dasarnya memuat peratuaran – peraturan yang diteteapkan oleh Raja atau Ratu yang berlaku untuk Desa Julah dan sekitarnya termasuk Desa Sembiran.

      Selain alat-alat atau perabotan dan prasasti yang ditemukan, di desa ini juga ditemukan 20 pura sebagai tempat persembayangan arwah nenek moyang yang merupakan warisan jaman pra sejarah. 17 pura diantaranya memiliki ciri sama yaitu berbahan dasar batu besar yang diperkirakan dibangun pada jaman batu besar ( Zaman Megalitikum ), dan 3 pura lainnya tidak memiliki ciri atau unsur Megalitikum. Pura-pura di Desa Sembiran memiliki bentuk yang berbeda dengan candi di Jawa ataupun bangunan suci di India.

      Desa Sembiran ini terletak di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, yang jaraknya sekitar 30 km di sebelah timur Kota Singaraja. Bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam perjalanan dari pusat Kota Denpasar. Jika Anda berada di wilayah Bali Selatan seperti Kuta atau Tanjung Benoa, untuk menuju ke Desa Sembiran bisa lebih mudah dan menyenangkan dengan menggunakan jasa sewa mobil + sopirnya. Dalam perjalanan, Anda bisa menimati objek wisata dengan pemandangan yang menyejukan mata seperti Bedugul, Air Terjun Git-Git, Pantai Lovina, dan Air Panas Banjar.

      Wisatawan yang suka dengan hal-hal yang berbau sejarah, tidak ada salahnya jika Desa Sembiran menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang patut untuk dikunjungi.

Komentar