Taman Bali Raja

Taman Bali Raja

      Taman Narmada Baliraja terletak di desa Tamanbali yang termasuk wilayah kecamatan Bangli, Kabupaten Daerah Tingkat II Bangli. Untuk menuju desa ini dari kota Bangli ke arah selatan dengan menempuh jarak lebih kurang 5 km dan bila dari ibukota Denpasar dapat dicapai melalui jalan utama Denpasar, Gianyar, Bangli yang berjarak sekitar 35 km. Sedangkan dari desa Tamanbali menuju taman ini terdapat 2 jalur, yaitu jalur pertama melalui jalan setapak ke arah barat dengan jarak berkisar 500 meter dan jalur kedua ke arah barat melalui jalan aspal dan sebelum memasuki Dusun Sedawa membelok ke arah selatan, yang jaraknya lebih kurang 300 meter.

      Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Bangli sedang berupaya menjadikan Taman Narmada Baliraja sebagai daerah tujuan wisata yang menonjolkan alam dan sejarah budaya. Pada saat ini hanyalah warga masyarakat desa Tamanbali saja yang seringkali mengunjungi taman ini yang mempunyai hobi memancing. Oleh sebab itu, di desa Tamanbali belum tersedia fasilitas-fasilitas seperti penginapan, rumah makan, kios-kios cenderamata, areal parkir, dan sebagainya yang mendukung dalam pengembangan sebagai obyek wisata. Namun kondisi jalannya sudah beraspal, mengingat desa ini merupakan jalur utama wisata yang menghubungkan obyek-obyek wisata di kabupaten Gianyar dengan obyek-obyek wisata yang ada di kabupaten Bangli.

      Di desa Tamanbali terdapat sebuah taman yang merupakan bekas peninggalan Kerajaan Tamanbali. Taman ini dilengkapi dengan kolam dan tempat pemujaan berupa bangunan suci Pura Kawitan Maha Gotro Tirta Harum Tamanbali, sehingga taman ini pada saat itu dijadikan tempat rekreasi oleh raja Tamanbali. Taman Narmada Baliraja memiliki luas sekitar 50 are yang dikelilingi oleh persawahan. Kerama Subak yang mendirikan bangunan pura Subak yang berada di sebelah barat Pura Kawitan Maha Gotro Tirta Harum Tamanbali. Di samping itu, terdapat pula peninggalan bersejarah berupa Jempeng Raja (WC) yang berbentuk lembu dan bangunan Bale Emas (tempat penyimpanan kekayaan raja) yang berada di lingkungan Sekolah Dasar I Tamanbali. Bale emas tersebut sudah direnovasi pada tahun 1986 oleh warga masyarakat desa Tamanbali. Peninggalan ini tentunya mempunyai daya tarik dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai obyek wisata, khususnya wisata memancing yang dapat dikaitkan dengan rekreasi sepeda air / gayung dan lintas alam (trekking).

      Berdirinya Kerajaan Tamanbali berhubungan erat dengan Tirta Harum yang ada di desa Tegal Wangi, kabupaten Klungkung. Berdasarkan monografi Desa Tamanbali yang dikutip dari Babad Satria Tamanbali menceritakan bahwa Sang Hyang Subali bersaudara dengan Sang Hyang Sekar Angsana, Sang Hyang Aji Rembat, dan Ida Mas Kuning. Sang Hyang Subali tinggal di Gunung Tohlangkir (Gunung Agung), Sang Hyang Sekar Angsana di Gelgel, Sang Hyang Aji Jaya Rembat di Kentel Gumi dan Ida Mas Kuning di Guliang Kangin Tamanbali. Dalam kaitan ini, Pedanda Sakti Wau Rauh dalam kedatangannya di Bali sempat berkunjung dan bertemu dengan Sang Hyang Subali.

      Sekembalinya dari Gunung Agung, dalam menempuh perjalanan panjang beliau merasa sangat haus maka turunlah ke Sungai Melangit untuk mendapatkan air. Akhirnya beliau menancapkan tongkatnya pada batu karang di tebing sungai, sehingga keluarlah air yang harum dan seorang gadis cantik dari belahan dari batu karang tersebut. Karena air ini sangatlah harum maka mata air itu dinamai Tirta Harum, bahkan bau wanginya tercium sampai ke tegalan di sekitarnya sehingga daerah itu dinamakan Tegal Wangi. Kemudian Pedanda Sakti Wau Rauh melanjutkan perjalanannya, sedangkan Dewi Nyung Asti melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama I Dewa Anga Tirta. Setelah menginjak dewasa diganti namanya dengan sebutan Sang Anom atau Sang Anom Bagus, sesuai dengan anjuran Sang Hyang Subali. Kemudian Sang Anom Bagus mendirikan kerajaan di sebelah barat laut dari Tirta Harum yaitu di Narmada dengan nama lain Tamanbali. Kata Tamanbali dapat diuraikan menjadi “Ta” yang artinya sejati, “Ma” artinya lebih, dan “” artinya asli. Jadi Tamanbali diciptakan oleh Sang Hyang Subali dengan keahlian yang sejati dan tidak ternodai dengan apapun. I Dewa Anga Tirta atau Sang Anom Bagus kemudian diangkat menjadi Raja oleh Sang Hyang Aji Jaya Rembat. Raja Sang Anom bagus kawin dengan Dewi Ayu Emas, putri dari Sang Hyang Sekar Angsana yang tinggal di Gelgel, Klungkung. Pada masa pemerintahannya, Raja Sang Anom Bagus mendirikan tempat pemujaan yaitu Pura Kawitan Maha Gotro Tirta Harum dan sebuah taman yang indah untuk dijadikan tempat rekreasi yang diberi nama Taman Narmada Baliraja. Pura Kawitan Maha Gotro Tirta Harum dan Taman Narmada Baliraja yang berada di desa Tamanbali merupakan peninggalan-peninggalan bersejarah yang harus tetap dilestarikan keberadaannya.

  • 01 August 2017

Bingung mencari kendaraan? Bingung menyewa kendaraan dimana? Bingung mencari harga yang pas? Share Trans solusinya. Share Trans merupakan jasa penyewaan mobil online yang menghubungkan calon penyewa mobil dengan Rent Car dan Owner yang menyediakan kendaraan Kontak Info 087865097776/08990151556 atau cek di website kami www.sharetrans.id

Komentar