Wisata Agro Plaga

Wisata Agro Plaga

      Kesejukan dan suasana yang sangat nyaman serta-merta menyeruak tatkala Anda menginjakkan kaki di Desa Pelaga. Desa yang menjadi salah satu kawasan wisata di Pulau Dewata ini ternyata menyimpan mahkotanya yang lain: Agro Pelaga. Wisata agri ini berada di ketinggian sekitar 750 meter diatas permukaan laut (dpl) sehingga udaranya sejuk. Dari desa yang ditinggali penduduk, kawasan agri ini terletak tak begitu jauh sehingga mudah untuk dijangkaunya.

      Sebagaimana layaknya wisata agri lainnya, Kawasan Agri Pelaga juga berciri khas tanaman yang menjadi objek dimulai dari proses pembibitan, penanaman, perawatan sampai pemetikan. Ada berbagai rupa dan bentuk tanaman disini, mulai dari berbagai macam bunga, sayur-sayuran dan buah-buahan. Diluar itu semua, yang menjadi nilai tambah dan daya tarik lainnya ialah pemandangan alamnya yang sangat indah dan kesejukan udaranya.

       Kawasan agri ini memiliki luas sekitar 18 hektar. Adapun sistem disini menggunakan pengairan tetes yang berbeda dengan sistem pengairan di Subak yang cenderung menggunakan sistem yang masih tradisional. Dengan menerapkan sistem tetes ini memungkinkan untuk melakukan pengaturan aliran air secara lebih efektif dan efisien, dimana sangat cocok untuk perkebunan. Juga terdapat ternak unggas di sekitar sini, seperti sapi, kambing, ikan, dan lainnya.

       Adapun beberapa fasilitas wisata yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung diantaranya;
–  Hiking, yang memungkinkan pengunjung untuk berjalan kaki mengeksplorasi segala bentuk keindahan yang ada di kawasan agri ini baik itu pemandangan alamnya, maupun keindahan perkebunan yang terdiri dari sayuran, buah, bunga dan ikan-ikan di kolam.
–  Tour mengunjungi properti dengan menggunakan buggy.
–  Cycling, yang dapat dilakukan di luar kawasan agro yakni di sekitar Desa Tihingan.
–  Melihat dan menikmat berbagai macam burung yang juga hidup disini. Anda berkemungkinan untuk mendengarkan alunan merdu burung-burung bernyanyi disini.
–  Children playground, yang disediakan secara khusus oleh pihak agro untuk mereka yang datang disertai dengan anak-anaknya.

      Bagus Agro Pelaga juga memperhatikan aspek ekonomi masyarakat setempat, karena di jaman reformasi seperti sekarang ini, diperlukan pemberdayaan masyarakat yang diwujudkan bukan dari perintah atau instruksi dari atas, tetapi datang dari kemauan rakyat sendiri, datang dari bawah untuk dibina oleh kalangan atas (bottom – up). Ini pendekatan yang diperlukan dengan pengembangan desa wisata dengan agrowisatanya. Melalui pendekatan itu, diharapkan pembangunan pariwisata tidak lagi hanya menjadi milik berduit saja seperti yang terjadi selama ini. Rakyat di sekitar proyek hanya jadi penonton dan asing di desanya sendiri.

      Dalam perencanaan desa wisata dengan konsep agrowisata di desa Pelaga, Kecamatan Petang, diharapkan masyarakat setempat ikut berpartisipasi dalam fungsi manajemen. Untuk efektifnya pengelolaan agrowisata di Pelaga sebaiknya menggunakan pola PIR karena dengan pola ini semua aspek terkait dalam pelaksanaan proyek agrowisata akan saling bekerjasama, untuk mendapatkan keuntungan bagi semua pihak. Sebagai plasma dalam PIR adalah masyarakat setempat, baik sebagai petani, peternak, pengrajin, pedagang maupun kelompok kesenian tradisional masyarakat. Dengan memperhatikan latar belakang diatas, maka dirasakan sangat perlu untuk dikaji lebih lanjut pola pengembangan Desa Pelaga sebagai salah satu obyek wisata agro.

       Sebagai salah satu objek dan daya tarik wisata baru, Bagus Agro Pelaga dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengunjung, antara lain: restoran, bar, saung, wantilan, supermarket, toko grosir, tempat bermain anak-anak, jalan melingkar di dalam kawasan agro dan jalan setapak menuju ke masing-masing kompleks tanaman buah, sayur maupun bunga. Untuk menunjang organic farming, di dalam kawasan juga akan dikembangkan peternakan sapi, babi dan ayam kampung serta kolam ikan air tawar. Di dalam kawasan Bagus Agro Pelaga akan ditanam berbagai jenis tanaman (polyculture) bernilai ekonomis tinggi yang dikelompokkan menjadi tiga yaitu komoditas sayur-sayuran (vegetables), bunga potong (cutting flowers) dan buah-buahan (fruits).

Komentar