Pantai Dampo Awang

Pantai Dampo Awang

     Wisata Pantai Dampo Awang terletak di Pusat Kota Rembang, berjarak sekitar 100 meter dari kantor Bupati Rembang atau sekitar 500 meter dari Museum R.A. Kartini.. Pantai Dampo Awang sendiri memiliki nama lain yang sangat terkenal yaitu Taman Kartini, bahkan ada juga yang menyebut dengan Pantai Kartini. Hal itu karena dahulu Pantai Dampo Awang memiliki nama resmi Taman Rekreasi Pantai Kartini. Setelah pengelolaannya diserahkan ke pihak swasta namanya diubah menjadi Pantai Dampo Awang atau dalam bahasa Inggrisnya Dampo Awang Beach.

     Nama Dampo Awang diambil dari nama sebuah jangkar raksasa yang terdapat di pantai ini. Konon ceritanya, dahulu Sam Phoo Khong pernah berlayar melintasi Laut Jawa untuk tujuan ekspedisi, namun kapal yang dikemudikannya diterjang gelombang laut yang ganas. Akibat dari badai ini rantai jangkar terlepas dan jangkarnya terdampar di Rembang. Sedangkan leyar kapal tertiup angin sampai jatuh di Pantai Bonang yang kemudian dikenal sebagai batu layar. Jangkar yang terdampar di Rembang ini konon tepat di pantai Dampo Awang saat ini sehingga pantai ini diberi nama Pantai Dampo Awang. Sedangkan Jangkar Dampo Awang sendiri saat ini dipajang di lokasi pantai dan dapat dilihat oleh para pengunjung.

     Hal yang menarik di temapt ini adalah, di atap bangunan ini pernah ditemukan tulisan angka tahun pembuatan gedung tersebut, yakni tahun 1811. Jika hal itu benar, maka kemungkinan gedung ini dibuat pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal HW Daendels (1808-1811) yang terkenal sebagai pemrakarsa pembangunan jalan Anyer-Panarukan itu. Kabupaten Rembang merupakan salah satu kota yang dilintasi jalan legendaris tersebut.

     Sejak 1945, gedung itu digunakan oleh jemaat umat Kristen Protestan untuk beribadah. Tetapi karena semakin lama jemaatnya berkurang, gedung tersebut selanjutnya difungsikan sebagai taman bacaan dan perpustakaan pemerintah daerah. Pada akhir 2001, atap bangunan tersebut roboh dan yang tersisa hanya tiang penyangga dan temboknya. Dalam perkembangannya, gedung itu pun berubah fungsi.

     Di bagian belakang gedung ini terdapat sarana permainan outbound dengan memanfaatkan pepohonan yang besar dan rindang. Di sekitarnya terdapat semacam kebun binatang mini dengan koleksi beraneka satwa mulai dari buaya, kura-kura, merak, ular, aneka burung dan sebagainya. Ada pula aneka permainan untuk anak. Ada pula sebuah jangkar kuno yang berukuran cukup besar. Konon, jangkar yang ditempatkan pada kolam dengan aneka ornamen itu merupakan milik dari Dampo Awang, sosok legendaris di Rembang pada masa lampau. Berada di tepi talud pantai terdapat danau buatan dengan wahana permainan bebek kayuhnya. Sambil mengayuh permainan itu mengitari danau buatan, sobat traveler juga bisa menikmati panorama Pantai Dampo Awang.

Komentar