Pantai Geger Sawangan

Pantai Geger Sawangan

      Kawasan pantai ini masih sangat alami, belum terjamah oleh tangan-tangan usil yang ingin merusak keindahan pantai pantai di Bali. Pasir putihnya yang bersih, air lautnya yang tenang sangat cocok bagi mereka yang suka berjemur dengan suasana tenang. Tak heran bila pasangan yang sedang bulan madu, akan banyak anda temukan di pantai ini. Mereka biasanya berjemur, mandi atau sekedar duduk–duduk di tepi pantai dan pantai di Nusa Dua ini juga terkenal akan pantai tempat bule memakai bikini di Bali.

      Air lautnya yang hangat sepanjang hari juga bermanfaat bagi mereka yang hobi memancing. Biasanya menjelang sore hari, masyarakat sekitar banyak yang datang ke lokasi. Namun sayangnya di sekitar pantai jarang ditemukan pedagang makanan dan minuman kecil, karena pantai ini tidak seramai seperti pantai Kuta Bali. Tapi anda jangan khawatir, karena di tepi pantai ini ada sebuah cafe yang menawarkan makanan laut, masakan Internasional, makanan khas Italia seperti Pizza dan Pasta, masakan yang di bakar.

      Sebagian wilayah tepi pantai ini di kelola oleh Hotel Nikko. Pihak hotel menawarkan paket wisata naik unta, berkeliling sepanjang pantai dengan harga yang bervariasi. Terutama bagi wisatawan yang memilih pulau Bali sebagi salah satu lokasi foto pre wedding di Bali mereka. Karena di kelola oleh hotel, maka pantai ini sangat bersih, setiap harinya akan ada petugas kebersihan yang selalu memberihkan pantai ini.

      Hangatnya udara pantai dengan pesona air laut yang membiru akan terasa dari atas punggung binatang berleher panjang ini. Anda tidak perlu datang jauh-jauh ke Arab untuk menikmati wisata naik unta. Disamping biayanya mahal, juga memerlukan waktu yang cukup lama.

      Tidak salah semua investor asing ingin menanam modalnya di sekitar daerah menuju pantai maupun wilayah tepi pantai. Pengusaha bidang perhotelan berlomba-lomba mengadakan pendekatan dengan penduduk setempat yang memiliki lahan untuk membeli areal mereka dengan harga yang menjanjikan. Tapi tidak semua pemilik tanah tergiur dengan uang. Mereka lebih memilih pengolah lahan sendiri dengan memanfaatkan lahan untuk beternak sapi.

Komentar