Masjid Tua Indra Puri

Masjid Tua Indra Puri

    Siapa sangka di tanah rencong yang terkenal dengan keIslaman yang kental, dahulu sempat bercokol kerajaan Hindu, bahkan dengan bernasnya mereka bisa mendirikan kuil dan kerajaan yang fenomenal dan bisa dilihat buktinya hingga saat ini. adalah Masjid Tua Indra Puri, yang dulunya merupakan candi  dan benteng kerajaam Hindu Indrapuri di pusat Kota Banda Aceh.

     Memasuki komplek Masjid, Anda akan dibuat terpukau dengan arsitetur bangunan yang benar-benar seperti candi. kalau Anda pernah berlibur ke Candi Borobudur, maka tapak candi tersebut sangat mirip dengan tapak pada masjid yang berbentuk segi empat bujur sangkar ini. konon kabarnya dulu Masjid ini merupakan kerajaan Hindu di abad ke-12, saat itu adik perempuan Putra Harsha melarikan diri ke Aceh dan mendirikan kerajaan disana. lalu terjadi peperangan antara kerajaan tersebut dengan China. dan mereka menang, lalu menyebarkan Hindu di Aceh lewat pendirian candi.

      Peninggalan Hindu Di Masjid Tua Indra Puri

      Berdiri di tanah seluas 33.875 meter dengan ketinggian 4,8 meter, masjid tua Indra Puri dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada masa pemerintahannya. Namun pada beberapa bagian masih mempertahankan relief awal candi. Seperti atapnya yang tidak seperti kubah melainkan seperti segi empat tumpang yang tersusun tiga tingkat. lalu lantainya masih terlihat bekas bangunan candi yang terbuat dari tanah liat. bahkan menurut ahli, jika saja lokasi ini dibongkar, dipastikan banyak candi agama Hindu di dalamnya. wah Anda pasti penasaran bukan?

      Untuk mencapai lokasi, sangat gampang kok, karena Masjid tua Indra Puri terletak di jalan raya lintas Aceh-Medan. Atau kalau ditempuh dari Banda Aceh, hanya berjarak 24 km ke arah utara saja, lalu Anda langsung bisa merasakan bagaimana wisata religi kolaborai dua agama pada masa lalu ini. Anda bisa membawa serta anak Anda untuk memberitahukan betapa harmonisnya Indonesia, karena walau banyak keyakinan dari penduduknya, tetapi mereka tetap bisa hidup berdampingan dan menghargai satu sama lain. bukti konkritnya adalah masjid ini. walau dulu merupakan candi, namun dipugar tanpa menghilangkan ciri khasnya menjadi sebuah Masjid sederhana yang kaya makna.

Komentar