Museum Nyamuk

Museum Nyamuk

      Mengingat epidemi malaria, mendorong Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan mendirikan Loka Penelitian dan Pengembangan Bersumber Binatang (P2B2) pada 1999, yang kemudian terlahirlah Museum Nyamuk pada 2009. Seperti namanya, lembaga pelenelitian kesehatan di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan ini, dibangun sebagai pusat penelitian penyakit bersumber binatang, khususnya nyamuk. Sedangkan pendirian Museum Nyamuk difungsikan sebagai pusat edukasi masyarakat seputar nyamuk.

      Di museum ini pengunjung dapat melihat banyak bentuk nyamuk yang dekat dengan keseharian manusia, serta melihat langsung bagaimana nyamuk dalam berbagai fase kehidupannya yang dipelihara oleh laboratorium penelitian. Teater dan museum memungkinkan pengunjung mengenal nyamuk secara labgsung lewat audio visual.

      Museum Nyamuk ini memiliki empat layanan, di antaranya museum, teater, Tompen (Taman Obat Malaria dan Pengusir Nyamuk), serta insektarium. Sekitar 28 spesies nyamuk dari enam genus yang dikumpulkan dari 10 kota di Indonesia disimpan dalam museum ini, di antaranya genus Anopheles, Culex, Carmiceres, Mensoia, Toxorhyncites, dan Aides.

      Pengunjung juga dapat mengetahui berbagai jenis tanaman obat dan pengusir nyamuk yang dipelihara di Tompen. Loka B2P2 juga tak ketinggalan memamerkan cara kerja penelitian berupa alat-alat penelitian, dan berbagai hasil penelitian mereka berupa tulisan atau produk fisik.

      "Museum ini ditargetkan untuk siapa saja, termasuk anak-anak. Edukasi seputar penyakit yang ditularkan nyamuk sangat penting, dengan harapan ilmu yang mereka dapatkan bisa mempengaruhi keluarga mereka dan diterapkan di lingkungan mereka," tutur Lukman Hakim, Kepala Peneliti Litbang P2B2, dalam acara temu media di Pangandaran Ciamis, Jawa Barat, Selasa (16/12/2014).

      Loka Litbang P2B2 dan Museum Nyamuk terletak di jalan Pangandaran Km. 3, Kampung Kamurang, Desa Babakai, Kecamatan Pangandaran Ciamis, Jawa Barat.

      Selain membangun Museum Nyamuk untuk mendukung pengendalian penyakit akibat nyamuk secara tidak langsung, lembaga ini kini sedang fokus pada penelitian entomonologi nyamuk dan penyebarannya, serta pengembangan teknokogi intervensi untuk penanggulangan DBD yang diharapkan dapat dipakai Kemenkes dan Dinas Kesehatan.

 

Komentar