5 Tempat Wisata Indonesia yang Berasal Dari Legenda

5 Tempat Wisata Indonesia Yang Berasal Dari Legenda

      Legenda yang konon ada di Indonesia ternyata bukan sekedar angin yang tanpa batu, legenda yang diceritakan oleh kakek moyang kita ternyata benar benar ada lokasinya.

Berikut tempat wisata di Indonesia yang Berasal dari Legenda :

  1. Pantai Air Manis, Sumatra Barat. Dalam Legenda Malin Kundang.

       Pantai Air Manis memiliki pasir yang berwarna coklat keputih-putihan yang terhampar luas dan landai di bibir pantai, pantai yang berada di Padang, Sumatra Barat ini sangat cocok untuk tempat piknik, surfing ataupun camping. Pantai ini berkaitan erat dengan cerita Legenda Malin Kundang, seorang anak yang durhaka kepada ibunya.

     Berdasarkan cerita, Malin kundang dulunya tinggal di pinggir pantai bersama ibunya yang miskin, kemudian ia memutuskan untuk berkelana supaya mendapat kekayaan, tetapi ibunya melarang nya mengingat peristiwa ayahnya yang tidak pernah kembali setelah merantau, lama kelamaan ibunya dengan berat hati merelakan Malin kundang pergi bersama kapal salah seorang saudagar. Singkat cerita, Malin Kundang menjadi sukses dan kaya raya di perantauannya, tetapi tidak pernah mengabari ibunya perihal dirinya, ketika Malin berlayar menuju kampung halamannya, wajahnya agak pucat karena takut sang istri tahu bahwa ibunya adalah seorang miskin.

       Sang ibu pun tahu bahwa ada saudagar yang hendak berlayar ke kampungnya, Ia mendongak melihat ada 2 orang berpakaian anggun, dan setelah dicermati, ibu tahu bahwa itu adalah Malin Kundang, beliau merasa bahagia karena sang anak datang. Setelah turun dari kapal, hal yang digembirakan ibu Malin pupus seketika karena Malin yang dibanggakan malah menghardik ibunya dan menganggapnya seorang pengemis, hatinya begitu hancur, keyakinannya bahwa Ia adalah anaknya: Malin Kundang tetapi malah menendangnya. Karena sakit hatinya, sang Ibu memohon kepada Tuhan, jika saudagar itu adalah benar Malin Kundang, maka supaya hancur dan menjadi batu lah kapal seisinya.

      Jangkar pun mulai diangkat, Malin mulai pergi, dalam hatinya terisak rasa sesal yang kalah dengan malu, tiba-tiba awan hitam muncul dan petir menyambar kapal Malin hingga hancur seketika, seketika itu tubuh Malin sedikit-sedikit berubah menjadi kaku dan perlahan lahan menjadi karang.

 

  1. Danau Tolire, Ternate dalam Kisah Kebejatan Ayah kepada Anak

 

      Danau ini terletak di Gunung Gamalama, sekitar 10 Km dari pusat kota Ternate, gunung ini terlihat unik karena seperti ada mangkok yang menjorok ke dalam. Kedalaman danau ini dari dasar hingga permukaan sekitar 50 meter, tapi data ini tidak akurat karena belum ada yang berani menyelami, menurut penuturan masyarakat sekitar, danau Tolire ini tidak mempunyai dasar, karena itu tidak ada yang berani menyelaminya.

       Mitosnya, jika ada orang yang melempar batu, maka batu itu tidak akan menyentuh dasar danau, meskipun melemparnya di daerah pinggir. Menurut warga setempat, danau Tolire terbentuk dari kisah seorang anak dan ayah kandung yang hidup di kampung, tetapi sang ayah tega menghamili anaknya sendiri, karena perbuatan bejatnya itu maka kampung itu dikutuk oleh sang Penguasa Alam. Tempat yang dipijak oleh sang ayah dikutuk dan ambles menjadi danau Tolire besar, sedangkan tempat berdiri si anak menjadi danau Tolire kecil.

 

  1. Danau Toba, Sumatra Barat Dalam Legenda Amarah Ikan.

      Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 Km dan lebar 30 Km yang terletak di Provinsi Sumatra Barat. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Menurut pakar ilmiah, danau Toba terbentuk karena adanya letusan gunung supervolcano (gunung berapi super) yang meletus pada 75.000 tahun silam, letusan gunung supervolcano ini diperkirakan berlangsung selama 1 minggu dengan tinggi abu mencapai 10 Kilometer hingga menyebar ke wilayah China dan Afrika Selatan. Sedangkan pulau Samosir, menurut pakar ilmiah terbentuk dari kaldera yang kemudian terisi magma, karena terisi magma maka tekanannya naik dan membeku.

      Menurut legenda, danau Toba bermula dari cerita seorang petani miskin bernama Toba, kala itu dia mendapat ikan mas yang cantik, karena bentuknya tidak biasa ia membawa ikan mas itu pulang, ketika tiba di rumah, ikan itu berubah menjadi wanita cantik. Ikan itu adalah hasil kutukan para dewa kepada gadis cantik karena melanggar hukum, si ikan memohon kepada Toba agar ia merahasiakan perihal itu, Toba pun setuju dengan syarat si ikan mau menikah dengan Toba, dan sang ikan pun setuju dengan persyaratannya. Tak beberapa lama mereka dikaruniai anak yang diberi nama Samosir, suatu hari, Samosir disuruh ibunya pergi mengantar bekal untuk ayahnya yang sedang bertani, awalnya Samosir menolak, tetapi dia tetap berangkat, saat di tengah perjalanan Samosir berhenti dan memakan sebagian bekal ayahnya.

      Samosir datang dan memberikan bekal kepada ayahnya, sang ayah marah besar karena makan siangnya terlambat dan tinggal sedikit, dia tak sadar membentak anaknya, "dasar anak keturunan ikan kurang ajar!", Samosir menangis dan berlari menuju ibunya, dia bertanya apakah dia memang keturunan ikan. Sang ibu pun marah karena Toba mengingkari janjinya, dia pun menghilang, sejak saat itu air sungai mulai meluap dan hujan deras 7 hari 7 malam mengguyur desa itu, Toba akhirnya meninggal dalam luapan air sungai.

     Desa sekitarnya pun ikut tenggelam dan membentuk telaga besar yang terisi air, hingga akhirnya terbentuklah danau yang diberi nama Toba dan pulau yang ditengahnya bernama Samosir.

 

  1. Candi Prambanan, Jogjakarta dalam Kisah kandasnya asmara Roro Jonggrang

 

       Candi adalah tempat ibadah yang merupakan peninggalan purbakala dari agama hindu/budha, bangunan ini digunakan untuk menyembah dewa-dewi atau untuk memuliakan hindu/budha. Tetapi di negara Indonesia kata "candi" tidak hanya digunakan untuk menyebut tempat ibadah tetapi juga untuk keraton peninggalan masa lalu.

      Candi Prambanan juga merupakan salah satu candi yang terkenal di Indonesia, bahkan ketenarannya sampai ke luar negeri, yang juga merupakan ikon negara Indonesia. letaknya yang tidak jauh dari Candi Borobudur seperti ingin menunjukan kepada Anda tentang  keharmonisan antara umat Budha dan Hindu di Pulau Jawa tidak hanya di masa lalu tapi juga saat ini. Candi Prambanan ini dikenal oleh masyarakat sekitar dengan sebutan Roro Jonggrang, menurut legenda, dahulu ada seorang pemuda yang gagah, perkasa, sakti dan kuat bernama Bandung Bondowoso ingin menikahi seorang putri yang cantik jelita bernama Roro Jonggrang.

       Sang raja yang merupakan ayah dari Roro Jonggrang terpesona oleh Bandung Bondowoso, raja pun memaksa anaknya Agar menikah dengan Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang pun menangis karena dia dipaksa menikah dengan orang yang tidak dicintainya, dia pun memikirkan berbagai cara agar dia tidak jadi menikah dengan Bandung Bondowoso, Setelah lama berpikir, Roro Jonggrang mempunyai persyaratan kepada Bandung Bondowoso agar membangun 1000 candi sebelum sang fajar terbit. Roro jonggrang meminta agar pekerjaan tersebut selesai sebelum ayam berkokok yang dia pikir sebagai sesuatu yang mustahil. Tapi Bandung Bondowoso yang sakti hampir dapat menyelesaikan 999 candi dengan bantuan jin dan kekuatannya. Roro jonggrang pun meminta para wanita di kampung untuk mulai memukul padi agar para ayam terbangun dan mulai berkokok.

      Bondowoso sangat kecewa dengan perlakuan Roro Jonggrang, lalu mengubah Roro Jonggrang menjadi batu yang kini dikenal sebagai Candi Prambanan, sedangkan candi di sekitarnya dinamakan Candi Sewu atau Seribu candi. 

 

  1. Tangkuban Parahu, Bandung dalam Kisah Asmara Ibu dan Anak

      Tangkuban Parahu adalah gunung berapi yang masih aktif, terletak 25-30 km di utara kota Bandung ke arah kota kecil Lembang. Perpaduan antara keindahan alam, dongeng populer, dan akses yang mudah dari Bandung menjadikan Tangkuban Parahu sebagai ikon wisata Jawa Barat.  Gunung Tangkuban Parahu (2084 m dpl) terbentuk dari aktivitas letusan berulang Gunung Api Sunda. Dalam catatan selama 2 abad terakhir, gunung ini meletus beberapa kali, yaitu: 1829, 1846, 1862, 1887, 1896, 1910, dan tahun 1929, demikian seperti disitat dari Indonesia.Travel.

      Namun menurut penduduk setempat, Tangkuban Parahu ini ada karena suatu legenda bernama Legenda Sangkuriang. Sangkuriang adalah seorang anak dari wanita cantik bernama Dayang Sumbi yang hidup di tengah hutan. Suatu hari, Sangkuriang kecil melakukan kesalahan dan membunuh anjing peliharaan mereka yang ternyata adalah jelmaan ayahnya sendiri. Dayang Sumbi yang mengetahui hal itu kemudian marah dan mengusir Sangkuriang dari rumahnya. Bertahun-tahun berlalu, Sangkuriang tumbuh dewasa dan menjadi seorang pemuda kuat, sakti dan gagah perkasa. Secara tak sengaja, Ia kembali ke hutan tempatnya tinggal bersama ibundanya dulu dan bertemu dengan Ibunya si Dayang Sumbi.

     Dayang Sumbi yang memang terkenal cantik dan awet muda tersebut membuat Sangkuriang jatuh hati, tanpa menyadari bahwa dia adalah ibunya sendiri. Dayang Sumbi pun tidak tahu bahwa pemuda gagah tersebut adalah anaknya yang diusirnya bertahun-tahun lalu. Saat Sangkuriang tengah bersandar mesra dan Dayang Sumbi menyisir rambut Sangkuriang, tanpa sengaja Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah putranya, dengan tanda luka di kepalanya, bekas pukulan sendok Dayang Sumbi. Walau demikian Sangkuriang tetap memaksa untuk menikahinya. Dayang Sumbi sekuat tenaga berusaha untuk menolak.

      Maka ia pun bersiasat untuk menentukan syarat pinangan yang tak mungkin dipenuhi Sangkuriang. Dayang Sumbi meminta agar Sangkuriang membuatkan perahu dan telaga (danau) dalam waktu semalam dengan membendung sungai Citarum. Sangkuriang menyanggupinya. Maka bekerjalah Sangkuriang memenuhi permintaan Dayang Sumbi tersebut. Tetapi Dayang Sumbi memohon kepada Sang Hyang Tunggal agar niat Sangkuriang tidak terlaksana. Dayang Sumbi menebarkan helai kain boeh rarang (kain putih hasil tenunannya), maka kain putih itu bercahaya bagai fajar yang merekah di ufuk timur. Para makhluk halus anak buah Sangkuriang ketakutan karena mengira hari mulai pagi, maka merekapun lari menghilang bersembunyi di dalam tanah. Karena gagal memenuhi syarat Dayang Sumbi, Sangkuriang menjadi gusar dan mengamuk. 

     Sangkuriang yang gagal karena kehabisan waktu kemudian menendang perahu tersebut hingga melayang jauh dan terbalik. Perahu terbalik tersebut tertelungkup, yang dalam bahasa Sunda disebut tangkub, sehingga sampai saat ini disebut Tangkuban Parahu.

Komentar